KabarPendidikan.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai landasan dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berkarakter. Upaya tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan pendidikan bagi peserta didik PAUD serta beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang Strata 1 (S-1) bagi guru PAUD/TK di Kota Pekalongan.
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang
akrab disapa Aaf, menyampaikan hal tersebut setelah membuka Sosialisasi Mini
Grand Design Kota Pekalongan Tahun 2026 mengenai Implementasi Wajib Belajar 1
Tahun Prasekolah, yang berlangsung di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan.
Menurut Aaf, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai
sejak usia dini dan diimbangi dengan kompetensi tenaga pendidik yang memadai.
Ia mengungkapkan bahwa Pemkot Pekalongan telah menyediakan
alokasi beasiswa bagi guru PAUD agar dapat melanjutkan pendidikan hingga
jenjang S-1.
“Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan
kesejahteraan guru melalui pemberian insentif tambahan, termasuk dukungan dalam
rangka perlindungan guru,” ujarnya.
Aaf berharap berbagai program tersebut dapat berkontribusi
terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kota Pekalongan.
“Pada dasarnya, tantangan terbesar dalam mendidik anak
adalah memulainya dari tingkat paling dasar, yakni PAUD. Mudah-mudahan
pembinaan sejak usia dini dapat berjalan dengan baik sehingga ketika anak-anak
melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, kita mampu melahirkan generasi
yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota
Pekalongan, Mabruri, menjelaskan bahwa beasiswa studi lanjut diberikan untuk
mendorong guru PAUD/TK meningkatkan kualifikasi akademik sesuai kebutuhan dan
kesesuaian bidang pendidikan. Pada 2026, Pemkot Pekalongan menganggarkan dana
sebesar Rp60 juta untuk 12 guru PAUD, dengan setiap penerima mendapatkan
bantuan senilai Rp5 juta.
Penyerahan beasiswa studi lanjut jenjang S-1 secara simbolis
dilakukan oleh Wali Kota Aaf kepada Ufik Nur Laili, guru TK Al Barokah Kota
Pekalongan, serta Diva Anisa, guru TK ABA Krapyak Kota Pekalongan. Sementara
itu, bantuan pendidikan bagi peserta didik PAUD diserahkan secara simbolis
kepada Aqila Misya Safana dari TK Kutilang 1, Hilia Nurul Askiya dari TK Wiji,
dan Muh. Zafran dari PAUD Al Muslimah.
Mabruri berharap bantuan tersebut dapat mendorong para guru
untuk terus meningkatkan kompetensi profesional sekaligus membantu mengurangi
beban biaya pendidikan. Ia optimistis bahwa peningkatan kualitas tenaga
pendidik yang disertai dukungan pendidikan bagi anak usia dini akan mendukung
pelaksanaan program wajib belajar satu tahun prasekolah secara lebih optimal.
“Upaya ini juga merupakan investasi jangka panjang untuk
mempersiapkan generasi yang lebih berkualitas, berkarakter, dan mampu
menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang,” pungkasnya.