KabarPendidikan.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menilai transformasi sebuah bangsa dimulai dari membangun manusia unggul, dengan pendidikan menjadi salah satu faktor penting. Hal itu disampaikannya saat meninjau revitalisasi dan digitalisasi sekolah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam kunjungan ke lapangan, Menko Sugiono ingin memastikan perkembangan nyata program Presiden Prabowo untuk renovasi dan revitalisasi 300,000 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia.
"Transformasi sebuah bangsa dimulai dari manusia, dan
salah satu faktor penting adalah pendidikan," ujar Menko PMK Sugiono.
Dalam kunjungan kerja perdananya ke Jawa Barat, Sugiono
didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dan
Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau SDN Cirimekar 02 dan SMAN 2 Cibinong.
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung hasil revitalisasi fasilitas
sekolah dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Di SDN Cirimekar 02, Sugiono meninjau sejumlah fasilitas
yang telah direvitalisasi, antara lain ruang kelas, ruang UKS, toilet, dan
ruang administrasi. Ia juga melihat proses pembelajaran menggunakan Papan
Interaktif Digital (PID) sekaligus berinteraksi dengan para siswa. Penggunaan
PID menjadi salah satu perhatian Sugiono. Ia melihat teknologi tersebut
digunakan dalam proses belajar mengajar dan mendapat respons positif dari para
siswa.
Setelah meninjau pembelajaran, Sugiono juga bercengkerama
dan menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para murid. Para siswa
menyantap hidangan dengan penuh suka cita. Sugiono turut menanyakan rasa
makanan yang disajikan, yang dijawab para siswa dengan antusias bahwa menu MBG
yang disantap terasa nikmat.
Kunjungan dilanjutkan ke SMAN 2 Cibinong. Di sekolah
tersebut, Menko PMK meninjau ruang kelas, ruang ibadah, dan toilet yang telah
direvitalisasi, sekaligus melihat pemanfaatan PID dalam proses pembelajaran.
Dari peninjauan tersebut, Sugiono menilai program
revitalisasi sekolah telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana serta
ketentuan. Namun, ia menyebut masih terdapat kebutuhan di sejumlah sekolah yang
belum sepenuhnya terjangkau program.
"Belum menyentuh semua yang dibutuhkan oleh
masing-masing sekolah, kita tahu ini merupakan upaya besar yang dilakukan oleh
pemerintah dan semuanya perlu proses, semuanya perlu waktu," ujar Sugiono.
Menurut Sugiono, pemerintah terus melakukan inventarisasi
terhadap kebutuhan perbaikan di masing-masing sekolah sebagai bagian dari upaya
memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap.
Dalam peninjauan tersebut, pihak sekolah menyampaikan bahwa
program revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran telah memberikan manfaat
bagi proses belajar mengajar. Revitalisasi membantu pemenuhan kebutuhan sarana
dan prasarana, sementara digitalisasi melalui Papan Interaktif Digital (PID)
mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.
"Tadi juga saya mendapatkan masukan dari kepala sekolah
bahwa papan interaktif digital yang dibagikan oleh Presiden merupakan satu
sarana belajar yang sangat bermanfaat. Itu juga meningkatkan antusiasme murid
dan siswa untuk belajar," kata Sugiono.
Sugiono mengatakan pemerintah terus mengupayakan agar
pemanfaatan PID dapat diperluas. Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut juga
relevan dengan karakter peserta didik yang tumbuh bersama perangkat digital.
"Harapannya semuanya dapat masing-masing satu kelas,
tapi ya perlu waktu, tapi kita akan usahakan," ujarnya.
Ia menilai pemanfaatan PID relatif bersahabat bagi siswa
karena mengikuti perkembangan teknologi, serta penggunaannya juga sesuai dengan
keseharian generasi z yang banyak menggunakan gawai.
"Karena memang tadi juga disampaikan bahwa selain
kesesuaian dengan teknologi, kemudian _familiarity_ sama murid-murid karena
mereka berasal dari generasi yang banyak menggunakan gawai. Jadi pemanfaatan
papan interaktif digital itu merupakan sesuatu yang sangat bersahabat,"
pungkasnya.