KabarPendidikan.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia Bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menjalin kerja sama untuk memperkuat ekosistem zakat sekaligus memperluas dukungan terhadap pendidikan tinggi sehingga membantu masyarakat yang belum terjangkau program bantuan pendidikan pemerintah.
Kerja sama tersebut mencakup pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL), literasi zakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran data dan informasi, serta sinkronisasi program. Baznas juga akan memperluas kerja sama di luar beasiswa melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Mahasiswa dapat dilibatkan dalam program Baznas melalui kegiatan KKN, termasuk mendampingi pelaku usaha kecil yang memperoleh pembiayaan. Sodik menegaskan kolaborasi tidak hanya berkaitan dengan beasiswa, tetapi juga mencakup program seperti Rumah Terang dan Pembinaan Ekonomi Rakyat.
Mendiktisaintek. Prof. Brian Yuliarto mengapresiasi kontribusi Baznas dalam mendukung pembangunan SDM melalui pendidikan. Ia menilai beasiswa merupakan bentuk investasi penting bagi masa depan dan berharap semakin banyak lembaga filantropi terlibat dalam pendidikan. Brian juga mengapresiasi Beasiswa Cendekia Palestina Baznas serta mendorong perguruan tinggi negeri memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk memperkuat peran filantropi dalam pendidikan.
"Beasiswa ini merupakan investasi penting dalam Pendidikan untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih maju kedepannya melalui bantuan dana Pendidikan dari berbagai Lembaga filantropi, sehingga bisa membuka peluang bagi masyarakat yang kurang mampu untuk bisa menempuh Pendidikan yang berkualitas," ucap Prof. Brian.