KabarPendidikan.id - Transformasi digital dalam dunia pendidikan mulai tampak di Kota Bontang, di mana sejumlah sekolah telah memanfaatkan papan pintar atau layar interaktif sebagai pengganti papan tulis konvensional. Namun, penerapannya masih belum merata di seluruh sekolah.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengungkapkan
bahwa penerapan teknologi tersebut masih dilakukan secara bertahap sesuai
dengan ketersediaan fasilitas di setiap sekolah.
“Memang belum seluruh sekolah memperoleh fasilitas ini,
namun keberadaannya mulai membantu proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
dan menarik,” ujarnya.
Ia menyebutkan, papan pintar memudahkan guru dalam
menyajikan materi secara visual dan dinamis, serta membantu siswa memahami
pelajaran melalui tampilan digital yang terhubung dengan internet.
Meskipun demikian, penggunaan teknologi tetap berada di
bawah pengawasan guru agar tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran.
Pemkot Bontang juga telah mendistribusikan 1.651 unit tablet
untuk siswa kelas VIII dan IX di SMP negeri, meski penggunaannya masih terbatas
di area sekolah.
Langkah tersebut mencerminkan bahwa digitalisasi pendidikan
di Bontang masih terus berkembang, baik dari segi infrastruktur maupun
pemerataan akses.
“Harapannya, kegiatan belajar mengajar bisa lebih efektif,
adaptif, dan selaras dengan kebutuhan pendidikan di era teknologi saat ini,”
katanya.
Ke depan, tantangan utama tidak hanya pada penyediaan
perangkat, tetapi juga memastikan seluruh sekolah memiliki akses yang sama agar
transformasi digital benar-benar dirasakan secara menyeluruh oleh siswa.
adp