KabarPendidikan.id - Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan kegiatan BIO-TEACH TALKS dengan mengusung tema Becoming a Relevant, Critical, and Inspirational Biology Teacher, Sabtu (11/04).
Kegiatan BIO-TEACH TALKS menghadirkan alumni Pendidikan
biologi Angkatan 2016 dalam memberikan penguatan kepada para mahasiswa
Pendidikan Biologi Uhamka yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Biologi Uhamka
mengenai penerapan Kurikulum Cambridge di dalam kurikulum pembelajaran di
sekolah melalui pembedahan studi kasus kelompok, sebagai implementasi dari SDGs
4 Pendidikan Berkualitas.
Kegiatan dihadiri oleh Rizkia Suciati slaku Kaprodi
Pendidikan Biologi FKIP Uhamka, Chika Amalia Azhari selaku alumni Pendidikan
Biologi FKIP Uhamka yang merupakan pakar kurikulum Cambridge di MAN 4 Jakarta,
dan para mahasiswa yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi
Uhamka.
Ketua Program
Studi Pendidikan Biologi FKIP UHAMKA, Dr. Rizkia Suciati, menegaskan bahwa di
era sekarang, penguasaan konten semata sudah dianggap usang, sehingga
diperlukan pendekatan pembelajaran yang kolaboratif dan kreatif.
”Dunia pendidikan
yang semakin kompleks menuntut mahasiswa untuk terbiasa dengan pendekatan
kontekstual dan kolaboratif sejak dini. Melalui kegiatan ini, mereka tidak
hanya menjadi pengajar, melainkan menjadi penggerak perubahan di dunia
pendidikan,” ucap Riizkia.
Bagi Chika, guru biologi masa kini wajib memiliki tiga DNA
utama. Pertama adalah relevansi,
yakni kemampuan memahami kebutuhan unik Gen Z dan Gen Alpha. Kedua adalah nalar
kritis, di mana guru harus mampu mengajak siswa bertanya "mengapa"
alih-alih sekadar menghafal nama latin yang menjemukan. Terakhir adalah aspek
inspiratif, yakni menjadi sosok yang mampu menggerakkan hati siswa, bukan
sekadar pemberi tugas. Menurutnya, guru biologi bukanlah kamus berjalan,
melainkan fasilitator yang harus mampu menjelaskan isu bioteknologi hingga
krisis iklim dengan cara yang seru dan masuk akal.
Dalam
pemaparannya, Chika Amalia Azhari menyampaikan bahwa Guru Biologi harus dapat
menguasai tiga DNA utama dalam mewujudkan sistem pembelajaran yang kolaboratif
dan menarik bagi para siswa.
” Pertama adalah
relevansi, yakni kemampuan memahami kebutuhan unik Gen Z dan Gen Alpha. Kedua
adalah nalar kritis, di mana guru harus mampu mengajak siswa bertanya
"mengapa" alih-alih sekadar menghafal nama latin yang menjemukan.
Terakhir adalah aspek inspiratif, yakni menjadi sosok yang mampu menggerakkan
hati siswa, bukan sekadar pemberi tugas, karena guru merupakan fasilitator”
pungkas Chika.
Acara yang diakhiri dengan sesi foto bersama ini
meninggalkan pesan kuat bagi seluruh peserta. Melalui BIO-TEACH TALKS, gap
antara teori di bangku kuliah dan realita kurikulum internasional di lapangan
berhasil dijembatani dengan apik. Uhamka sedang menunjukkan arah baru: bahwa
wajah masa depan guru biologi adalah mereka yang adaptif, berani berpikir
kritis, dan terus menginspirasi.
Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan
fasilitas-fasilitas Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi
Unggul, Kampus dengan taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome
Based Education (OBE), dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah
menarik hingga 45%, kamu bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa
kuliah mulai dari harga 680 ribu per bulan dan total dana beasiswa yang
ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.