KabarPendidikan.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran penuh untuk program revitalisasi sekolah sepanjang tahun 2026. Jumlah targetnya meningkat signifikan menjadi 71.000 satuan pendidikan, melanjutkan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat peringatan Hari Guru Nasional. Pengumuman ini digaungkan Mu'ti dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Kota Medan Tahun 2025 di SMKN 7 Medan, yang dihadiri berbagai pihak pendidikan daerah. Langkah ini diharapkan jadi angin segar bagi jutaan siswa dan guru di seluruh Indonesia.
Tahun 2025 menjadi tahun pembuktian awal program tersebut.
Pemerintah berhasil merevitalisasi 16.171 sekolah dengan total dana Rp16,9
triliun, mencakup perbaikan gedung, fasilitas sanitasi, hingga ruang kelas yang
lebih layak. Di Sumatera Utara khususnya, alokasi anggaran mencapai
Rp852.490.307.954 untuk 897 sekolah dari jenjang PAUD (34 unit), SD (400), SMP
(240), SMA (119), SMK (88), Sekolah Luar Biasa (11), serta Pusat Kegiatan
Belajar Masyarakat/Sekolah Khusus Berkebutuhan Khusus (5 unit). Dana ini dialokasikan
untuk memastikan akses pendidikan merata di daerah.
Meskipun antusiasme tinggi, proses revitalisasi di Sumut
belum sepenuhnya selesai. Saat ini, hanya 39% atau 349 satuan pendidikan yang
telah rampung 100%. Sebanyak 117 sekolah sudah mencapai progres 95%, sementara
431 lainnya masih dalam tahap pembangunan aktif. Mu'ti menargetkan seluruh
proyek tuntas pada akhir Januari 2026.
Program revitalisasi tak berdiri sendiri, ia dikombinasikan
dengan percepatan digitalisasi pendidikan. Pemerintah telah mendistribusikan
17.073 Panel Interaktif Digital (PID) ke berbagai sekolah nasional, alat
canggih yang mendukung pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Hanya 8 unit
PID lagi yang tertunda pengiriman, tapi Mu'ti berjanji akan segera teratasi.
"Kami harapkan semua PID aktif di semester kedua yang dimulai 5 Januari
2026, sehingga guru dan siswa bisa memanfaatkan era digital secara optimal,"
ujarnya.
Inisiatif ini mencerminkan visi besar pemerintah untuk
transformasi pendidikan dasar dan menengah. Dengan infrastruktur prima plus
teknologi mutakhir, diharapkan kualitas pengajaran naik tajam, mengurangi
kesenjangan antar-daerah, dan mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi
tantangan global. Mu'ti menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar
target tercapai tepat waktu.
"Dengan demikian, mulai Februari nanti, semua fasilitas
bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang
berkualitas dan nyaman bagi anak-anak kita," ucap Abdul Mu'ti penuh
keyakinan.
Fanita