Mendikdasmen Sampaikan Cakupan Luas Revitalisasi Sekolah 2026: Capai 71.000 Unit

Rabu, 07 Januari 2026 | 14:47 WIB Last Updated 2026-01-07T07:47:14Z

KabarPendidikan.id - 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran penuh untuk program revitalisasi sekolah sepanjang tahun 2026. Jumlah targetnya meningkat signifikan menjadi 71.000 satuan pendidikan, melanjutkan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat peringatan Hari Guru Nasional. Pengumuman ini digaungkan Mu'ti dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Kota Medan Tahun 2025 di SMKN 7 Medan, yang dihadiri berbagai pihak pendidikan daerah. Langkah ini diharapkan jadi angin segar bagi jutaan siswa dan guru di seluruh Indonesia.

 

Tahun 2025 menjadi tahun pembuktian awal program tersebut. Pemerintah berhasil merevitalisasi 16.171 sekolah dengan total dana Rp16,9 triliun, mencakup perbaikan gedung, fasilitas sanitasi, hingga ruang kelas yang lebih layak. Di Sumatera Utara khususnya, alokasi anggaran mencapai Rp852.490.307.954 untuk 897 sekolah dari jenjang PAUD (34 unit), SD (400), SMP (240), SMA (119), SMK (88), Sekolah Luar Biasa (11), serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/Sekolah Khusus Berkebutuhan Khusus (5 unit). Dana ini dialokasikan untuk memastikan akses pendidikan merata di daerah.

 

Meskipun antusiasme tinggi, proses revitalisasi di Sumut belum sepenuhnya selesai. Saat ini, hanya 39% atau 349 satuan pendidikan yang telah rampung 100%. Sebanyak 117 sekolah sudah mencapai progres 95%, sementara 431 lainnya masih dalam tahap pembangunan aktif. Mu'ti menargetkan seluruh proyek tuntas pada akhir Januari 2026.

 

Program revitalisasi tak berdiri sendiri, ia dikombinasikan dengan percepatan digitalisasi pendidikan. Pemerintah telah mendistribusikan 17.073 Panel Interaktif Digital (PID) ke berbagai sekolah nasional, alat canggih yang mendukung pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Hanya 8 unit PID lagi yang tertunda pengiriman, tapi Mu'ti berjanji akan segera teratasi. "Kami harapkan semua PID aktif di semester kedua yang dimulai 5 Januari 2026, sehingga guru dan siswa bisa memanfaatkan era digital secara optimal," ujarnya.

 

Inisiatif ini mencerminkan visi besar pemerintah untuk transformasi pendidikan dasar dan menengah. Dengan infrastruktur prima plus teknologi mutakhir, diharapkan kualitas pengajaran naik tajam, mengurangi kesenjangan antar-daerah, dan mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan global. Mu'ti menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak agar target tercapai tepat waktu.

 

"Dengan demikian, mulai Februari nanti, semua fasilitas bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan nyaman bagi anak-anak kita," ucap Abdul Mu'ti penuh keyakinan.

Fanita

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mendikdasmen Sampaikan Cakupan Luas Revitalisasi Sekolah 2026: Capai 71.000 Unit

Trending Now

Iklan

iklan