KabarPendidikan.id - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan bahwa inovasi memegang peran penting dalam pengelolaan pendidikan di masa pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus). Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri rapat kerja Dinas Pendidikan Papua Selatan di Swiss-Belhotel Merauke.
Apolo menilai bahwa kebijakan pembagian anggaran perlu
dilakukan secara fleksibel agar tidak mengekang kreativitas pelaku pendidikan.
Ia menegaskan, regulasi yang terlalu membatasi justru dapat menghambat
munculnya inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan.
“Semakin banyak aturan dan batasan yang dibuat, semakin
terbatas pula ruang gerak kita,” kata Apolo Safanpo. Ia menekankan perlunya
memberikan kebebasan yang cukup kepada para pengelola pendidikan agar mampu
berinovasi.
Ia menjelaskan bahwa inovasi memiliki perbedaan dengan
penemuan biasa karena mencakup proses penciptaan sesuatu yang benar-benar baru.
Menurutnya, para pendidik dan peneliti di Papua Selatan perlu mampu
mengembangkan metode serta media pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan
karakteristik daerah.
Apolo mencontohkan bahwa penelitian di bidang pendidikan
tidak seharusnya berhenti pada tahap menemukan persoalan, seperti kekurangan
guru atau sarana belajar. Hal yang lebih penting adalah kemampuan merumuskan
solusi inovatif agar temuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi tindakan
konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Harus ada unsur penemuan dan inovasi agar kita dapat
menciptakan metode pembelajaran yang lebih efektif dan berbeda,” ujar Apolo
Safanpo. Ia menyampaikan harapannya agar seluruh peserta rapat kerja
berkomitmen memperkuat kolaborasi serta membangun sistem pendidikan yang
adaptif di Papua Selatan.
adp