FFS Uhamka Edukasi Kesadaran Sanitasi melalui Pembuatan Sabun Kertas di PCA Bukit Duri

Rabu, 09 Agustus 2023 | 11:01 WIB Last Updated 2023-08-09T04:01:34Z

KabarPendidikan.id Melalui Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka), Dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi dan Sains (FFS) Uhamka mengadakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kepada Komunitas Kaum Ibu dari organisasi Aisyiyah di Wilayah Bukit Duri, Jakarta Selatan, Minggu (6/8).

 
Kegiatan praktek ini juga dipandu oleh tiga orang mahasiswa FFS Uhamka yaitu Fauziah Yuliyanti, Karel Greatbana, dan Cinta Najwa Maharani. Selain pemberian materi dan praktek, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilengkapi dengan pre-test dan post-test yang dapat menjadi tolak ukur keberhasilan acara ini.

 
Tahyatul Bariroh dalam materinya mengungkapkan Tangan dapat menjadi jalur masuk penyakit infeksi pada tubuh manusia karena tangan digunakan untuk melakukan aktivitas kehidupan. Hal ini dapat dicegah dengan pola hidup bersih dengan mencuci tangan dengan sabun.

 
“Tangan merupakan organ yang banyak tercemar dan banyak digunakan untuk melakukan sehari-hari, padahal melalui tangan juga makanan masuk ke dalam tubuh dan juga digunakan untuk menyentuh wajah, mata, dan lain-lain yang menjadi jalan masuk penyakit infeksi pada tubuh manusia. Sehingga, cuci tangan dengan sabun menjadi keharusan yang harus disadari oleh semua orang, jelas pemateri pertama,” ujarnya.

 
Agar lebih praktis dan memudahkan cuci tangan, maka masyarakat harus menyediakan sabun di berbagai tempat, dan sabun kertas adalah salah satu solusinya. Sabun merupakan salah satu produk aromaterapi, yaitu produk alami yang mengandung minyak atsiri yang beraroma wangi dan dapat menembus kulit, serta memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan. Jika dibuat dalam bentuk sabun, minyak atsiri juga memiliki efek antibakteri, antijamur, dan bahkan antiserangga.

 
Pada praktek pembuatan sabun kertas, contoh minyak atsiri yang digunakan adalah minyak sereh. Minyak sereh mudah untuk diperoleh dengan harga ekonomis, namun khasiatnya sangat lengkap.

 
apt. Sofia Fatmawati menjelaskan, bahwa sabun kertas dapat dibuat dari water-soluble paper yang dioleskan berbagai jenis sabun cair. Agar meminimalisir dampak negatif pada kulit dan juga lingkungan, maka sabun cair non-SLS (tanpa deterjen) adalah alternatif paling baik.

 
“Keunggulan membuat sabun kertas adalah praktis dan dapat dibawa ke mana saja, sehingga tidak ada kendala untuk mencuci tangan pakai sabun dalam kondisi apapun,” pungkasnya.

 
Rindita selaku ketua panitia berharap peserta memperoleh peningkatan ilmu dan keterampilan, yang nantinya dapat diaplikasikan di dalam keluarga bahkan masyarakat sekitar tempat tinggal mereka. Bahkan tidak mustahil untuk meningkatkan keterampilan yang diperoleh menjadi sumber pendapatan. Hal ini sejalan dengan harapan dari peserta yang dari awal sangat antusias mengikuti acara sampai selesai. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • FFS Uhamka Edukasi Kesadaran Sanitasi melalui Pembuatan Sabun Kertas di PCA Bukit Duri

Trending Now

Iklan

iklan