Penerapan Merdeka Belajar Pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Minggu, 11 Juni 2023 | 13:07 WIB Last Updated 2023-06-11T06:07:00Z

 


Oleh : Lonna Lestari S

Mahasiswa FEB UHAMKA


Konsep merdeka dalam pendidikan sudah digagas oleh Ki Hajar Dewantara yang menekankan pendidikan harus memerdekakan anak didik, memerdekakan pikiran dan batin. Karena itu, metodologi pengajaran, kualitas guru, serta sarana dan prasarana pun ikut mendukung anak didik untuk bebas berkreasi, kritik, berani mengemukakan pendapat dan tidak memiliki mental takut salah.

Merdeka Belajar adalah program kebijakan baru yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Dalam mewujudkan merdeka belajar harus dimulai sedini mungkin untuk lebih mengoptimalkan penanaman karakter pada individu. Contohnya dimulai pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan masa keemasan bagi perkembangan manusia atau sering disebut Golden Age. Pada masa ini otak individu mengalami perkembangan paling cepat untuk menyerap ilmu dan pengetahuan dalam hidupnya. Hal ini berlangsung pada usia dalam kandungan sampai usia dini, yaitu usia nol sampai enam tahun. Pendidikan Anak Usia Dini memberikan pengaruh yang besar bagi berkembangnya karakter individu untuk bekal ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Untuk membantu dalam perkembangan anak usia dini, pemerintah memberlakukan kurikulum merdeka belajar, yaitu dengan membebaskan anak untuk mengenal dirinya dan lingkungan dengan rasa ingin tahu yang kuat, sehingga mereka akan terus bertanya “apa, mengapa, bagaimana, siapa” dan lain-lain. 

Untuk itu, dalam konsep merdeka belajar, antara guru dan murid merupakan subyek di dalam sistem pembelajaran. Artinya guru bukan dijadikan sumber kebenaran oleh siswa, namun guru dan siswa berkolaborasi penggerak dan mencari kebenaran. Artinya posisi guru di ruang kelas bukan untuk menanam atau menyeragamkan kebenaran menurut guru, namun menggali kebenaran, daya nalar dan kritisnya murid melihat dunia dan fenomena. Peluang berkembangnya internet dan teknologi menjadi momentum kemerdekaan belajar. Karena dapat meretas sistem pendidikan yang kaku atau tidak membebaskan.

Kesimpulan dari konsep merdeka belajar dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan terobosan baru dalam dunia pendidikan untuk memberikan anak kebebasan dalam berpikir dan berperilaku untuk mengenal lingkungan dan individu itu sendiri sejak usia dini. Dalam konsep merdeka belajar, antara guru dan murid merupakan subyek di dalam sistem pembelajaran. Artinya guru bukan dijadikan sumber kebenaran oleh siswa, namun guru dan siswa berkolaborasi penggerak dan mencari kebenaran. Artinya posisi guru di ruang kelas bukan untuk menanam atau menyeragamkan kebenaran menurut guru, namun menggali kebenaran, daya nalar dan kritisnya murid melihat dunia dan fenomena.

Penerapan nilai kehidupan sehari-hari lebih penting bagaimana cara bersikap yang baik, tuturkata yang sopan, aktivitas keseharian yang mendasar, melatih tanggungjawab dengan mengenalkan nilai-nilai dasar norma-norma yang baik untuk memperkuat karakter menjadi pribadi yang baik.

 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Penerapan Merdeka Belajar Pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Trending Now

Iklan

iklan