Instagram dan Insecurity

Sabtu, 28 Mei 2022 | 09:07 WIB Last Updated 2022-05-28T02:22:40Z


 


Oleh :  Amanda Razstia

Mahasiswa FKIP Uhamka



Bagi pengguna sosial media kebanyakan orang pastinya mempunyai akun Instagram, apalagi di masa milenial ini. Hal apapun selalu update melalui Instagram, dari mulai gaya hidup sampai berita-berita terkini. Berbagi foto dan vidio lalu dijadikan momen memang sangatlah penting karena momen tidak bisa diulang kembali.

Namun, di dunia Instagram atau dunia maya berbeda dengan dunia nyata. Di dunia Instagram kita melihat orang-orang dengan hidup yang enak tetapi belum tentu di dunia nyatanya seperti itu, kita melihat bagusnya saja apa yang diunggah oleh pemilik akun Instagram. Tetapi memang sosial media adalah wadah untuk esksistensi diri seseorang.

Kebanyakan orang deactive Instagram alasannya karena buang-buang waktu menscrolling timeline sudah otomatis membuka handphone lalu ke Instagram, yang kedua karena insecurity yang berlebih sehingga tidak percaya diri seseorang menonaktifkan Instagram karena melihat orang-orang yang berkomentar dan atau mayoritas isi dari Instagram eksistensi diri seseorang, lalu seseorang menjadi comparing atau membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih menarik menurutnya, self blaming menjadi kebiasaan juga untuk seseorang menyalahkan diri sendiri. 

Cara menyembuhkan agar tidak insecure dengan menonaktifkan Instagram atau cuek dengan sekitar yang membuat kita menjadi membanding-bandingkan diri sendiri (comparing), menyalahkan diri sendiri (self blaming), dan tidak percaya diri (Insecure). Jadi, bermain Instagram juga harus cermat dan cuek dengan apa yang kita lihat di Instagram untuk ketentraman diri, jiwa dan hati.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Instagram dan Insecurity

Trending Now

Iklan

iklan