Perwakilan Kementerian Pendidikan ASEAN Bahas Pendidikan Masa Pandemi

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:05 WIB Last Updated 2021-10-25T06:33:13Z

 


Kabarpendidikan.id 
Perwakilan kementerian pendidikan dari 11 negara di Asia Tenggara menyelenggarakan pertemuan lewat forum The 65th Governing Board Meeting (GBM) pada 19-20 Oktober 2021 kemarin. Pertemuan yang digelar oleh SEAMEO INNOTECH itu mempertemukan 11 Anggota Dewan Pembina.

 

Hadir dalam forum tersebut 11 Anggota dari masing-masing negara yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Mereka berkumpul secara virtual, seperti dalam rilis Kemendikbud, Senin (25/10/2021).

 

Pertemuan GBM ke-65 ini mengangkat tema 'The Future Learning Ecosystem - Emerging Roles for Learners, Teachers, School Heads, and Communities' atau 'Ekosistem Pembelajaran di Masa Depan - Peran yang Muncul untuk Para Pelajar, Guru, Kepala Sekolah, dan Komunitas'.

 

SEAMEO INNOTECH berbasis di Filipina. Dalam perjalanannya, mereka memiliki peran untuk mengidentifikasi berbagai isu di dunia pendidikan dan mendukung negara anggotanya dalam menghasilkan solusi yang sesuai dengan konteks lokal serta berorientasi teknologi serta penelitian, demi kemajuan pendidikan di Asia Tenggara.

 

Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Suhadi sebagai perwakilan Indonesia menyampaikan pendapatnya mengenai Merdeka Belajar dan berbagai kebijakan merespons pandemi COVID-19.

 

Dalam kesempatan itu, Suhadi juga menegaskan, "Pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk antar negara di kawasan, untuk saling berbagi praktik baik informasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan pendidikan yang inklusif."

 

Menurutnya, pandemi ini memang situasi yang sulit, tidak pasti, kompleks, menantang, serta ambigu. Namun, Suhadi menyatakan bahwa seluruh pihak harus berperan aktif, kreatif, serta inovatif dalam memberikan pendidikan.

 

Pada dasarnya, sebagian besar negara yang hadir turut menyampaikan bentuk kebijakan yang serupa dalam menghadapi pandemi COVID-19. Utamanya dalam hal pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta fasilitas pendidikan pendukungnya.

 

Pada pertemuan ke-65 kali ini, dipimpin adalah delegasi Singapura, Suraj Nair. Dia didampingi delegasi Filipina, Nepomuceno A. Malaluan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Perwakilan Kementerian Pendidikan ASEAN Bahas Pendidikan Masa Pandemi

Trending Now

Iklan

iklan