Kebijakan Pemerintah Bertolak Belakang dengan Kepentingan Rakyat

Sabtu, 11 September 2021 | 11:08 WIB Last Updated 2021-09-11T08:29:52Z

 



Karya Reihan Florentine Sania

Mahasiswa Uhamka

Puluhan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) yang terletak di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan berunjuk rasa di depan kampusnya. Mereka berbondog-bondong menutupi seluruh ruas jalan dengan menahan truk serta membakar ban sehingga mengakibatkan kemacetan panjang kendaraan.

Ketua BEM Ekonomi Dan Bisnis Unismuh Makassar, Darmawan dalam orasinya, mengatakan bahwa kondisi bangsa saat ini sangat memprihatinkan. Kata beliau, banyak produk kebijakan DPR dan pemerintah yang dianggap tidak mewakili aspirasi masyarakat.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa beberapa tuntutan dengan isu utama “Jokowi Ma’ruf Gagal Total.”

Mahasiswa menilai bahwa pemerintah tidak konsisten dalam menetapkan dan memutuskan pengunduran pengunduran kuliah tatap muka yang merupakan ketidakbecusan pemerintah dalam menangani pandemic Covid-19 di Indonesia.

Tak hanya itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan Perppu dan menyelamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aksi ini berlangsung dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Kerusuhan seperti ini seharusnya membuat pemerintah mampu menanggapi dan menangani masalah ini agar kondisi tidak kacau. Bukan hanya kondisi saja, tetapi juga kepercayaan Mahasiswa dan Masyarakat terhadap pemberlakuan yang telah pemerintah buat. Karena selama ini yang Mahasiswa dan Masyarakat inginkan hanyalah aspirasi mereka di dengar juga ditanggapi dengan baik.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kebijakan Pemerintah Bertolak Belakang dengan Kepentingan Rakyat

Trending Now

Iklan

iklan