Mendikbudristek ingin Ciptakan Pendidikan Tinggi yang Kolaboratif

Rabu, 16 Juni 2021 | 08:26 WIB Last Updated 2021-06-16T02:22:08Z

 


Kabarpendidikan.id
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya ingin menciptakan sistem pendidikan tinggi yang berkolaborasi. Mahasiswa diharapkan mendapat peluang untuk mempelajari kolaborasi dan berkarya sebagai tim. Hal itu menjadi salah satu kunci dalam  menciptakan sistem pendidikan tinggi yang berkolaborasi.


“Kami ingin menciptakan suatu universitas, suatu sistem pendidikan tinggi yang berkolaborasi. Itu kata kuncinya, gotong royong, berkolaborasi tanpa adanya dinding-dinding,” ujar Nadiem dalam pembukaan Festival Kampus Merdeka yang dipantau di Jakarta, Selasa (15/6/2021).


Dia menambahkan untuk menciptakan sistem pendidikan tinggi seperti itu, perlu membuat berbagai macam peraturan dan insentif bagi kampus untuk mendorong perubahan tersebut.


“Kami telah merancang delapan indikator kinerja utama (IKU) untuk memberikan insentif keuangan pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kita. Juga kampus merdeka untuk memaksimalkan jumlah mahasiswa yang akan keluar dari kampus, mendapatkan pembelajaran di universitas lain di luar negeri, proyek sosial mengajar, kewirausahaan, hingga magang bersertifikat dan mencari pengalaman di industri maupun perusahaan nirlaba,” jelas Nadiem.


Kemendikbudristek juga ingin agar para dosen dapat mencari pengalaman lain di luar kampus, serta dapat membina mahasiswa kita yang di luar dan juga mencari pengalaman kerja dan pengalaman di kampus lain.


Selain itu, juga program-program studi vokasi didorong untuk “menikah” dengan industri maupun dengan kampus lain.


“Tujuannya untuk menciptakan permutasi-permutasi program studi pada masa depan, sesuai dengan arahan Pak Presiden. Saya masih ingat dulu, Pak Presiden mengatakan kok program studinya sama lagi, padahal industrinya telah berubah,” kata Nadiem.


Nadiem menambahkan meski merupakan tantangan yang berat, hal itu satu-satunya cara agar mahasiswa dapat lulus dengan baik.


“Mereka mendapatkan kompetensi-kompetensi terpenting di dunia yang Pak Presiden bilang, perubahannya semakin cepat. Bagaimana dia akan mempelajari kolaborasi kalau dia tidak belajar, berkarya sebagai tim. Bagaimana dia mau mengerti kreativitas atau kewirausahaan kalau dia tidak mengerjakan sesuatu di dalam dunia nyata,” imbuh Nadiem.


Dalam melakukan perubahan itu, Nadiem menambahkan perlu kerja sama berbagai pihak untuk melakukan perubahan dan pemerintah hadir dari berbagai aspek.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mendikbudristek ingin Ciptakan Pendidikan Tinggi yang Kolaboratif

Trending Now

Iklan

iklan