Efektivitas Pembelajaran Melalui Metode Daring

Minggu, 31 Januari 2021 | 10:03 WIB Last Updated 2021-02-01T03:07:32Z


Kabarpendidikan.id
Adanya pandemi Covid-19 melanda seluruh negeri di belahan dunia termasuk Indonesia telah mengganggu aktivitas manusia diberbagai sektor kehidupan.Covid-19 merupakan penyakit yang menular,yang sangat cepat bisa menyebar,baik secara langsung maupun tidak langsung,dari satu orang ke orang lain.Kondisi ini bisa dari pernapasan seperti hidung,tenggorokan,dan paru-paru.Salah satu cara untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 adalah dengan melakukan pembatasan yang diterapkan dengan istilah physical distancing.Namun,kebijakan physical distancing tersebut dapat menghambat laju pertumbuhan dalam berbagai bidang kehidupan,baik bidang ekonomi,sosial dan tentu saja pendidikan.Keputusan pemerintah untuk meliburkan para peserta didik,memindahkan proses belajar mengajar menjadi di rumah saja.


Beberapa pemerintah daerah memutuskan menerapkan kebijakan untuk meliburkan peserta didik dan mulai menerapkan metode pembelajaran dengan sistem daring (dalam jaringan) atau melalui system online.Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan dibeberapa wilayah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.Sistem pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan murid.Hal ini sesuai dengan himbauan menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia melalui surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19.


Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC),Laptop atau handphone yang terhubung dengan koneksi jaringan internet.Guru dapat melakukan pembelajaran bersama diwaktu yang sama menggunakan grup dimedia sosial seperti WhatsApp,Telegram,Aplikasi Zoom cloud meeting ataupun media lainnya.Dengan demikian,guru dapat memastikan siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan,meskipun di tempat yang berbeda.


Ada beberapa kendala yang dihadapi peserta didik selama pembelajaran daring,yaitu jaringan internet tidak stabil,tugas terlalu banyak,sulit fokus,pulsa kuota terbatas,aplikasi yang rumit,dan lebih senang dengan pembelajaran tatap muka.Koneksi jaringan internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi peserta didik yang tempat tinggalnya dipinggiran kota.Perlu disadari bahwa ketidaksiapan guru dan peserta didik terhadap pembelajaran daring juga menjadi masalah.Solusi atas permasalahan ini adalah pemerintah harus memberikan kebijakan dengan membuka gratis layanan aplikasi daring bekerjasama dengan penyedia internet dan aplikasi untuk membantu proses pembelajaran daring ini.


Ada sebuah pelajaran yang dipetik dari dunia pendidikan di tengah pandemi ini,yakni kegiatan tatap muka dengan guru terbukti lebih efektif ketimbang secara daring.Keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi ini adalah kemampuan guru dalam berinovasi merancang,metode pembelajaran,dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode pembelajaran.


Meskipun peserta didik lebih banyak menyukai pembelajaran secara tatap muka,namun mereka harus menerima kenyataan pembelajaran daring sebagai konsekuensi pemberlakuan work from home dari pemerintah.Hal tersebut membuat peserta didik sering dan semakin lama menggunakan handphone untuk daring dan untuk mengerjakan tugas.Hal itu juga yang membuat peserta didik mengalami keluhan fisik seperti mata kelelahan.


Berharap semoga semuanya cepat berlalu agar semua aktifitas berjalan dengan normal kembali.sehingga proses pembelajaran pun bisa terlaksanakan seperti semula dan peserta didik pun bisa mengenal dengan teman-teman dan guru secara langsung.

 

(Siti Halimatussa’diah Hilmiah / Mahasiswa PGSD FKIP Uhamka)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Efektivitas Pembelajaran Melalui Metode Daring

Trending Now

Iklan

iklan