FKIP UHAMKA: Ciptakan Generasi Indonesia Emas melalui Pekan Ta’aruf 2020

Selasa, 06 Oktober 2020 | 20:04 WIB Last Updated 2020-10-06T14:12:53Z

 


Kabarpendidikan.id. Pekan Ta’aruf (PETA) adalah masa orientasi calon mahasiswa baru terhadap pengenalan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka). Kegiatan ini wajib diikuti oleh calon mahasiwa baru Uhamka, sebagai wadah mereka untuk kenal lebih dalam terhadap kampus yang akan mereka ikuti. Melalui kegiatan ini diharapkan calon mahasiswa baru bisa mengetahui seluk beluk yang ada didalam kampus, seperti organisasi kampus, sistematika akademik, sistematika pembayaran, dan segala macam kebutuhan yang harus mereka pahami didalam kampus. PETA ini diprakarsai oleh Keluarga Mahasiswa UHAMKA dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Uhamka.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA mengadakan PETA Fakultas pada hari Selasa sampai Rabu, 6-7 Oktober 2020. PETA FKIP UHAMKA 2020 yang dipimpin oleh saudara Azzumar Abdillah Husien yang bertema, “Membangun Karakteristik Berintelektual Serta Berakhlakuk Karimah Guna menjadi Lokomotif dalam Mempersiapkan Indonesia Emas yang Berkemajuan”, ini bisa menjadi PETA yang mencetak sejarah karena pelaksanaannya berbeda dengan PETA FKIP pada biasanya, yaitu dilakukan secara semi-daring. Panitia dan peserta tidak bisa bertatap muka secara langsung karena dihadangkan oleh pandemi Covid-19, sehingga hanya panitia saja yang bisa berkumpul di kampus sedangkan para peserta harus mengikuti seluruh kegiatan melalui Zoom Meeting dan Schoology. Menurut laporan dari pembukaan hingga akhir acara, peserta yang bergabung dalam Zoom Meeting berjumlah 1010 peserta, sehingga bisa disimpulkan bahwa acara ini dihadiri oleh hampir seluruh calon mahasiswa baru FKIP UHAMKA yang berjumlah 1128. Kegiatan yang diawali oleh sambutan dan kata-kata motivasi dari mulai ketua pelaksana, ketua umum BEM FKIP UHAMKA periode 2019-2020, ketua umum DPM FKIP UHAMKA periode 2019-2020, ketua umum PK.IMM FKIP UHAMKA periode 2019-2020, serta ditutup oleh Dekan FKIP UHAMKA Desvian Bandarsyah. Dalam sambutannyaDesvian Bandarsyah mengatakan bahwa, "Generasi emas bukan hanya sekedar slogan belaka, namun harus dilaksanakan, dengan harapan agar tema yang diusung bisa menjadi kenyataan.” Uhajarnya.

Hari pertama PETA FKIP UHAMKA 2020 diisi oleh tiga materi pokok yang mendasari calon mahasiswa baru FKIP UHAMKA, yaitu materi Tour Kemahasiswaan, Ke-Muhammadiyah-an, dan Ke-IMM-an. Para pemateri yang mengisi pun adalah orang yang berkompeten serta memiliki kredibilitas yang sesuai dengan substansi materi. Materi pertama yang disampaikan pada hari ini adalah Tour Kemahasiswaan, yang disampaikan oleh Tri Wintolo Apoko, lalu materi kedua adalah Ke-muhammadiyah-an oleh Kusen, setelah itu diakhiri dengan materi Ke-IMM-an yang diisi oleh Ahmad Sholeh. Para peserta diuji kepahaman mereka dalam menyerap materi itu dengan focus group discussion yang dipandu oleh para instruktur mereka.

 

Tour Kemahasiswaan

Materi yang dimoderatori oleh Devia Safitri dan diisi oleh Tri Wintolo Apoko ini membahas tentang lembaga kemahasiswaan dan segala macam organisasi yang ada di FKIP UHAMKA. Tri Wintolo sendiri adalah wakil dekan III yang bergerak dibidang kemahasiswaan, sehingga paham betul bagaimana progres kemahasiswaan yang ada di FKIP UHAMKA itu sendiri. Dalam pemaparan materi Tri Wintolo mengatakan “mahasiswa harus mempunyai kepedulian yang tinggi dan membantu sesama. Harapan kami dengan materi ini calon mahasiswa FKIP UHAMKA ini bisa memiliki semangat sebagai mahasiswa nantinya.” Ujarnya dalam menutup materi.


Ke-Muhammadiyah-an

Selain dalam memahami bagaimana kemahasiswaan di FKIP UHAMKA, para calon mahasiswa baru ini juga disuguhi materi ke-Muhammadiyah-an sebagai pemahaman dasar mereka tentang Muhammadiyah, agar tidak menjadi salah persepsi tentang Muhammadiyah. Penyampaian materi ini dilakukan oleh Kusen serta dimoderatori oleh Muhammad Taufiq Hidayat ini berjalan lancar hingga sesi pertanyaan. Disela-sela materi, Kusen menyampaikan sebuah statement yang harus kita terapi Bersama, yaitu “Jadilah manusia yang ummatan wasathon, yang artinya ‘umat pertengahan/moderat. Tentu saja, dengan materi ini kami berharap akan banyak kader Muhammadiyah yang bisa mengabdi pada bangsa sesuai dengan cita-cita sang pencerah, KH. Ahmad Dahlan.” Ujarnya

 

Ke-IMM-an

Sebagai calon kader Muhammadiyah pada taraf Universitas, tentu materi ini wajib disampaikan agar semangat bermahasiswa dan dakwah berjalan lurus dengan kehidupan. Materi yang cukup sakral setelah ke-Muhammadiyah-an ini disampaikan oleh Ahmad Sholeh dan dimoderatori oleh Alya Raisha Afifah. Pelajaran yang bisa kita ambil dari materi ini adalah ketika Sholeh menyampaikan sebuah kalimat yang mengutip pesan dari KH. Ahmad Dahlan, yaitu “Muhammadiyah sekarang ini, lain dengan Muhammadiyah yang akan datang. Maka, teruslah kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru, kembalilah kepada Muhammadiyah, jadilah mester, insinyur dan lain- lainnya dan kembalilah kepada Muhammadiyah.”. Semoga dengan adanya materi ini, para calon mahasiswa FKIP UHAMKA bisa ber-Muhammadiyah dengan semangat kemahasiswaan. (AL)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • FKIP UHAMKA: Ciptakan Generasi Indonesia Emas melalui Pekan Ta’aruf 2020

Trending Now

Iklan

iklan