Psikolog: Covid-19 Titik Balik perubahan pendidikan dunia

Sabtu, 19 September 2020 | 12:16 WIB Last Updated 2020-09-19T05:16:42Z

 


Kabarpendidikan.id- Kasus ibu membunuh anak sendiri di Kota Tangerang, Banten, karena dipicu korban yang susah diajar saat belajar daring memicu keprihatinan banyak pihak. Kasus ini menambah panjang deretan masalah yang dipicu oleh sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemic COVID-19.

Kasus ibu berinial LH (26) di Tengerang ini viral setelah membunuh anaknya yang berusia 8 tahun karena kesal korban tidak memperhatikan arahannya saat belajar daring. Sang anak dipukul hingga terjatuh, tak sadarkan diri hingga meninggal dunia. Untuk menutupi jejaknya, LH dan suami mengubur anaknya sendiri di daerah Lebak, Banten.

Pemicu anak kerap menjadi korban kekerasan antara lain karena ketidaksabaran orang tua dalam mendampingi anak saat belajar daring. Orang tua kerap mengeluh karena materi pelajaran daring yang sering dirasa berat. Selain itu juga karena faktor anak yang sulit diatur. Di sisi lain, banyak orang tua yang mengalami tekanan psikologis akibat pandemi.

Psikolog Novi Poespita Candra mengatakan, kasus seperti ini sebenarnya ujung dari sistem pendidikan di Indonesia yang memang bermasalah. Menurutnya, pendidikan kita seolah-olah hanya rutunitas untuk mencapai nilai akademik. Misalnya, orang tua hanya menyerahkan anak ke sekolah 100% untuk diajar guru, harapannya hasilnya baik, lalu anak pulang ke rumah, begitu seterusnya. Seolah tidak disadari bahwa sistem pendidikan ini tidak lagi relevan untuk merespons perubahan. (ABL)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Psikolog: Covid-19 Titik Balik perubahan pendidikan dunia

Trending Now

Iklan

iklan